10 film box ofice terbaik di tahun 2012

JAKARTA— Dari ratusan film yang rilis di 2012, hanya ada 10 yang masuk dalam daftar film terbaik.

MTV menobatkan The Dark Knight Rises sebagai film terbaik 2012, berikut daftar 10 film terbaik 2012:

1.The Dark Knight Rises
Film ini merupakan film terakhir dari trilogi Dark Knight yang dibintangi Christian Bale, dan disutradarai Christopher Nolan. Di film ini, Batman harus bangkit demi menghadapi tokoh jahat baru, Bane (Tom Hardy). Batman tak bekerja sendiri, di film ini dia dibantu oleh

Catwoman, dan cikal bakal Robin.

 

2. The Perks of Being a Wallflower
Film ini merupakan adaptasi dari novel karya Stephen Shbosky, dibintangi Logan Lerman, Emma Watson, dan Ezra Miller.

3. Looper
Film yang bertema perjalanan waktu memang selalu menarik perhatian, termasuk film yang satu ini. Looper ini dinilai sebagai salah satu film bertema ‘time travel’ yang menarik, inovatif, dan menghibur. Film ini dibintangi Bruce Willis, Joseph Gordon-Levitt.

4. Zero Dark Thirty
Film ini bercerita tentang perburuan teroris Osama Bin Laden, hingga ke kematiannya yang menghebohkan dunia. Film ini dibintangi Joel Edgerton, Jessica Chastain, dan Jason Clarke.

5. The Avengers
Memang tak diragukan lagi, film epik Marvel ini dibilang adaptasi komik terhebat. Namun ternyata, ini tak mengantarkan The Avengers di posisi jawara film terbaik tahun ini.

The AVengers sendiri menggabungkan beberapa superhero seperti Hulk, Thor, dan Ironman, yang menjadikan film ini menarik.

6. Skyfall
Film kembalinya si agen 007 James Bond memang satu yang paling ditunggu para moviegoers di tahun 2012. Di film ini, James Bond harus berhadapan musuh masa lalu bos MI6 yang diperankan dengan apik oleh Javier Bardem.

7. The Cabin in the Woods
Film bertema thriller ini merupakan karya teranyar dari sutradara Joss Whedon yang sukses melahirkan tokoh penumpas vampir, Buffy.

Diceritakan, sekelompok pemuda tengah berlibur dengan memilih sebuah pondokan di tengah hutan yang menyimpan misteri. Film ini dibintangi Kristen Connolly, Chris Hemsworth, dan Anna Hutchison.

8. Silver Linings Playbook
Film ini bercerita tentang Pat Solatano yang baru saja kehilangan segalanya, mulai dari rumah, pekerjaan, dan istri. Dia terpaksa tinggal kembali bersama orang tuanya, setelah menghabiskan waktu 8 bulan tinggal di rumah singgah.

Film ini dibintangi Bradley Cooper, Robert De Niro, Jennifer Lawrence, dan komedian Chris Tucker.

9. The Hobbit
film pertama dari trilogi The Hobbit ini adalah satu-satunya karya Peter Jackson yang paling ditunggu penayangannya, setelah sebelumnya sukses menggarap trilogi The Lord of The Rings.

Meskipun tanpa kehadiran Aragorn yang diperankan Viggo Mortensen, di film Hobbit ini masih ada beberapa tokoh yang dikenal melalui Lord of the Rings, seperti Gandalf, ataupun Bilbo Baggins.

10. The Hunger Games
Satu lagi film adaptasi novel trilogi yang juga difilmkan menjadi tiga bagian, sama seperti novelnya. The Hunger Games merupakan film pertama novel berjudul sama, yang menceritakan perjuangan Katniss dalam perlombaan The Hunger Games. Dia terpaksa menggantikan adiknya yang masih kanak-kanak yang terpilih sebagai wakil dari distrik mereka di perlombaan adu keberanian.

Film yang dibintangi Jennifer Lawrence ini berhasil menjadi box office selama beberapa pekan

http://www.kabar24.com/index.php/10-film-terbaik-2012-the-dark-knight-rises-di-peringkat-1/

10 dosa besar menurut ustad yusuf mansyur

10 Dosa Besar dalam Islam Menurut Yusuf Mansur – Pengertian dosa adalah suatu istilah yang menjelaskan tindakan melanggar norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah atau Wahyu Illahi. Dosa juga berkaitan sangat erat dengan konteks agama.
Menurut Yusuf Mansur salah satu pemuka agama Islam di Indonesia, maka dalam kehidupan sehari-hari ada 10 dosa besar yang wajib untuk segera ditinggalkan. Berbagai dosa besar dalam Islam yang disampaikan oleh Yusuf Mansur yang paling utama adalah sikap syirik dan yang disusul oleh dosa karena meninggalkan shalat.

Untuk melihat secara lengkap daftar 10 dosa besar dalam Islam menurut Yusuf Mansur tersebut, maka secara lengkap bisa Anda lihat dibawah ini:

1. Syirik
2. Meninggalkan Shalat
3. Durhaka
4. Zina
5. Rizqy Haram
6. Mabok
7. Memutus Silaturrahim
8. Bohong (nuduh zina, saksi palsu, bohong)
9. Kikir
10. Ghibah

http://berita-terhangat.blogspot.com/2012/11/10-dosa-besar-dalam-islam-menurut-yusuf.html

Disfungtional erection (ejakulasi dini)

Disfungsi ereksi (ED) adalah ketika seorang pria memiliki kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi. ED menjadi lebih umum saat usia bertambah. Tapi disfungsi seksual laki-laki bukan merupakan bagian alami dari penuaan.

Beberapa orang mengalami kesulitan berbicara dengan dokter mereka tentang seks. Tapi jika Anda memiliki ED, Anda harus memberitahu dokter Anda. ED dapat menjadi tanda dari masalah kesehatan. Ini mungkin berarti pembuluh darah Anda tersumbat. Ini mungkin berarti Anda memiliki kerusakan saraf dari diabetes. Jika Anda tidak melihat dokter, masalah ini akan diobati.

Dokter Anda dapat menawarkan pengobatan baru beberapa ED. Bagi banyak pria, jawabannya adalah sederhana seperti minum pil. Mendapatkan latihan lebih, menurunkan berat badan atau berhenti merokok juga dapat membantu.

Illustration of male reproductive and urinary anatomy

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/erectiledysfunction.html

 

Abortus provokatus kriminalis

Abortus Provokatus Kriminalis

1.   Pengertian abortus provokatus kriminalis.
a.    Abortus provokatus kriminalis adalah pengguguran kandungan yang tujuannya selain dari pada untuk menyelamatkan atau menyembuhkan si ibu, dilakukan oleh tenaga yang tidak kompeten serta tidak memenuhi syarat dan cara-cara yang dibenarkan oleh undang-undang, karena di dalamnya mengandung unsur kriminalis atau kejahatan.
b.    Abortus provokatus kriminalis adalah aborsi yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis tanpa memperhitungkan umur bayi dalam kandungan dan janin dilahirkan dalam keadaan mati atau hidup.
c.    Abortus Provokatus kriminalis adalah abortus yang disengaja baik melalui obat-obatan medis, tradisional maupun dengan alat-alat lain yang terjadi karena tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis dan biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh tenaga tradisional. (Yani widyastuti, 2010)
d.    Abortus provokatus kriminalis adalah abortus yang dilakukan tanpa indikasi medis, dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan dilakukan oleh tenaga yang tidak terdidik khusus, termasuk oleh wanita hamil itu sendiri. (Kusuma Erfan, 2007).
e.    Abortus provokatus kriminalis adalah abortus yang dilakukan pada kehamilan yang tidak diinginkan, diantaranya akibat perbuatan yang tidak bertanggung jawab sebagian besar dilakukan oleh tenaga yang tidak terlatih sehingga menimbulkan “trias komplikasi. (Manuaba IBG, 2005)
f.     Selanjutnya menurut WHO abortus provokatus kriminalis adalah aborsi yang tidak aman yang dilakukan dengan menggunakan metode beresiko tinggi, bahkan fatal dilakukan oleh orang yang tidak terlatih atau terampil serta komplikasinya merupakan penyebab langsung kematian wanita usia reproduksi, dengan demikian ada tiga kriteria aborsi yang tidak aman yaitu metode beresiko tinggi, dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dan komplikasinya merupakan penyebab langsung kematian ibu. (WHO, 1995)
 Metode yang bersiko tinggi yang dimaksud antara lain meliputi penggunaan obat atau jamu, pemijitan, memasukkan alat atau benda asing kedalam rongga vagina, peralatan yang digunakan biasanya terkontaminasi sehingga meskipun pasien dapat diselamatkan dari kematian dia masih tetap terancam untuk mengalami cacat menetap atau gangguan organ yang serius sementara bahan-bahan tradisional yang sering digunakan antara lain plastik, batang kayu, akar, pohon atau tungkai daun yang mempunyai getah iritatif dan yang dimaksud dengan individu yang tidak terlatih atau tidak terampil adalah individu baik tenaga medis ataupun bukan yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang sangat minim sehingga tidak dapat memperkirakan resiko yang mungkin ditimbulkan oleh tindakan yang dilakukannya. Abortus yang tidak aman bukan semata-mata masalah medis, etika ataupun hukum tetapi merupakan masalah kemanusiaan yang menyangkut wanita dan kelangsungan hidup janin yang dihasilkan.
 
2.   Penyebab terjadinya abortus provokatus kriminalis
Saat ini Abortus provokatus kriminalis masih merupakan masalah kontropersial di masyarakat,namun terlepas dari kontropersi tersebut aborsi diindikasikan merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Kasus ini dapat terjadi dimana saja dan kapan saja baik dinegara yang sudah maju maupun dinegara yang sedang berkembang.
Abortus Provokatus Kriminalis sering terjadi pada Unwanted Pregnancy (UWP)  atau kehamilan yang tidak diinginkan.  Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD) merupakan terminologi yang biasa dipakai di kalangan medis untuk memberikan istilah adanya kehamilan yang tidak dikehendaki oleh wanita bersangkutan maupun lingkungannya. Ada beberapa alasan wanita tidak menginginkan kehamilannya yaitu :
a.    Kegagalan kontrasepsi
Kehamilan yang tidak diinginkan juga banyak terjadi karena kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi dan penggunaan alat KB. Pemahaman dan akses untuk menggunakan alat kontrasepsi yang kurang akhirnya memicu kehamilan yang tidak diinginkan. KTD lebih banyak terjadi pada pasangan yang sudah menikah sekitar 89 % artinya kehamilan tersebut lebih banyak karena gagal perencanaan keluarga.
b.    Kehamilan diluar nikah
Kehamilan di luar nikah banyak terjadi pada kelompok remaja, disebabkan karena pergaulan yang sangat bebas bagi remaja. Tingginya tingkat kehamilan diluar nikah yang berhubungan secara positif dengan tindakan aborsi menjadi bukti yang sulit dibantah. Survey yang dilakukan oleh Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2007 sangat mengejutkan yaitu 63 % remaja SMP dan SMA di Indonesia pernah berhubungan seks, sebanyak 21% diantaranya melakukan aborsi. Angka ini naik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan penelitian BKKBN dikota-kota besar mulai Jabodetabek, Medan, Jakarta, Surabaya dan Makassar sekitar 47% hingga 54% remaja mengaku melakukan hubungan seks sebelum menikah. Dari hasil penelitian tersebut BKKBN merekomendasikan ada beberapa faktor yang mendorong remaja melakukan seks pra-nikah, beberapa diantaranya adalah :
1)    Pengaruh liberalisme dan pergaulan bebas
2)    Pengaruh lingkungan sekitar dan keluarga
Lingkungan sekitar dan keluarga memiliki peranan yang sangat besar terhadap perkembangan perilaku seseorang. Lingkungan yang kurang baik tentu akan menghasilkan manusia yang kurang baik pula apabila tidak ada filter yang mampu membentengi individu darinya. Namun lingkungan yang baik juga belum tentu mampu menghasilkan individu yang baik apabila dalam lingkup yang lebih kecil individu tidak mendapat pengajaran yang baik yaitu dalam lingkup kecil keluarganya.
3)    Pengaruh media massa khususnya TV dan Internet
Tidak bisa dipungkiri lagi hadirnya tehnologi membawa perubahan yang begitu berarti, tak terkecuali adanya media berupa TV dan Internet. Piranti itu akan sangat bermanfaat apabila digunakan sesuai dengan fungsi yang semestinya, akan tetapi sekarang sudah beralih fungsi, remaja sekarang justru menggunakan media-media itu untuk mengakses sesuatu yang sebenarnya tidak untuk komsumsi mereka satu contoh adalah video porno,  dengan itu mereka belajar sesuatu yang tidak baik seperti sex bebas. Namanya remaja pasti akan memiliki keingintahuan yang teramat besar pada hal-hal yang belum pernah mereka rasakan dan bukan hal baru lagi jika remaja mempraktekkan apa yang mereka dapatkan dimedia dengan cara yang salah seperti sex bebas.
c.    Alasan psikososial dimana ibu sendiri sudah enggan/tidak mau  untuk punya anak lagi.
d.    Masalah ekonomi, menambah anak berarti menambah beban ekonomi keluarga.
e.    Masalah sosial, misalnya khawatir adanya penyakit turunan,janin cacat.
f.     Kehamilan yang terjadi akibat pemerkosaan atau akibat incest (hubungan antar keluarga).
g.    Ketidak tahuan atau minimnya pengetahuan tentang perilaku seks yang dapat menyebabkan kehamilan.
h.    Alasan karir atau masih sekolah (karena kehamilan dan konsekuensi lainnya yang dianggap dapat menghambat karir atau kegiatan belajar).
3.   Pelaku abortus provokatus kriminalis
Pelaku abortus provokatus kriminalis biasanya adalah :
a.    Wanita bersangkutan
b.    Dokter atau tenaga medis lain (Demi keuntungan atau demi rasa simpati)
c.    Orang lain yang bukan tenaga medis (Dukun)
 
4.   Bahaya dan Komplikasi Abortus provokatus Kriminalis
Abortus provokatus kriminalis dapat mengakibatkan hal-hal negatif pada tubuh kita yang meliputi dimensi jasmani dan psikologi, akibat-akibatnya yaitu :
a.    Sudut jasmani
1)     Kematian karena perdarahan
Perdarahan yang hebat dari vagina adalah masalah yang paling banyak terjadi setelah abortus provokatus kriminalis. Biasanya disebabkan oleh tertinggalnya jaringan kehamilan dalam rahim. Rahim tidak mampu untuk memeras dan menutup sendiri sehingga perdarahan terus berlangsung. Kadang-kadang perdarahan disebabkan oleh robeknya mulut rahim yang harus segera dijahit kembali untuk menghentikan perdarahan.
2)     Kematian karena pembiusan yang gagal.
3)     Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4)     Rahim yang robek ( uterine Perforation)
5)     Kerusakan leher rahim (cervical lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
6)     Kanker payudara (karena ketidak seimbangan hormon estrogen pada wanita).
7)     Kanker indung telur (Ovarian cancer).
8)     Kanker leher rahim (Cervical cancer).
9)     Kanker hati (Liver cancer).
10)  Kelainan pada placenta atau ari-ari yang akan menyebabkan           cacat pada anak berikutnya dan perdarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
11)  Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturuna lagi (Ectopic pregnancy).
12)  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
13)  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis).
b.    Sudut Psikologi
1)    Pihak Wanita
Setelah wanita melakukan tindakan aborsi maka ia akan tertindih perasaan bersalah yang dapat membahayakan jiwanya, kalau tidak secepatnya ditolong maka ia akan mengalami depresi berat, frustasi dan kekosongan jiwa atau akan mengalami “Post abortion syndrom (sindrom paska aborsi)” yaitu:
a)    Kehilangan harga diri (82%)
b)    Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
c)    Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)
d)    Histeris (51%)
e)    Mencobat obat-obatan terlarang (41%)
f)     Ingin melakukan bunuh diri (28%)
2)    Pihak Pria
Rasa tanggung jawab dari si pria yang menganjurkan aborsi akan berkurang, pandangannya tentang nilai hidup sangat rendah, penghargaannya terhadap anugerah Allah menjadi merosot.
 
5.   Penatalaksanaan Abortus provokatus kriminalis
Adapun penatalaksanaan Abortus Provokatus krimanlis adalah :
a.    Memperbaiki keadaan umum, bila perdarahan banyak berikan transfusi darah dan cairan yang cukup
b.    Pemberian antibiotika yang cukup tepat
c.    Suntikkan penisilin 1 juta satuan tiap 6 jam
d.    Suntikkan streptomisin 500 mg setiap 12 jam atau suntikkan antibiotika spektrum luas lainnya
e.    Dua puluh empat sampai empat puluh delapan jam setelah dilindungi dengan antibiotika atau lebih cepat bila terjadi perdarahan yang banyak lakukan dilatasi dan kuretase untuk mengeluarkan hasil konsepsi.
f.     Peberian infus dan antibiotika diteruskan menurut kebutuhan dan kemajuan penderita.
g.    Semua pasien abortus disuntik serap tetanus 0,5 cc IM. Umumnya setelah tindakan kuretase pasien abortus dapat segera pulang kecuali  bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak yang menyebabkan anemia berat dan infeksi.
h.    Pasien dianjurkan istirahat selama 1 atau 2 hari. Pasien dianjurkan kembali kedokter bila pasien mengalami kram demam yang memburuk atau nyeri setelah perdarahan baru yang ringan atau gejala yang lebih berat.
 
6.   Pencegahan abortus provokatus kriminalis
Strategi untuk menurunkan resiko kematian karena abortus provokatus kriminalis adalah dengan menurunkan keinginan perempuan terhadap aborsi tidak aman. Bentuk pencegahan dapat dilakukan dengan :
a.    Perempuan yang telah menikah
Hubungan konseptual antara abortus provokatus kriminalis dan keluarga berencana sudah jelas dan mendasar, kontrasepsi yang efektif merupakan cara paling manjur untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan oleh karena itu mengatasi kebutuhan akan aborsi. Pencegahan abortus provokatus Ini dapat dimungkinkan bila pemerintah menyediakan fasilitas keluarga berencana yang berkualitas dilengkapi dengan konseling.Konseling keluarga berencana dimaksudkan untuk membimbing klien melalui komunikasi dan pemberian informasi objektif untuk membuat keputusan tentang penggunaan salah satu metode kontrasepsi yang memadukan aspek kesehatan dan keinginan klien tanpa menghakimi serta memberitahukan resiko-resiko yang mungkin timbul dari abortus provokatus kriminalis
b.    Remaja
Pencegahan Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1)    Pemberdayaan keluarga
Keluarga sangat memiliki peran dalam tumbuh kembang anak, keluarga yang baik tentu akan tanggap terhadap kebutuhan anak dalam setiap tahap perkembangannya, ketika anak beranjak pada masa pubertas sebaiknya keluarga tidak lagi memandang tabu tentang perilaku seks. Ajarkanlah anak tentang pendidikan seks yang benar sehingga diharapkan anak akan memahami dan mengerti apa yang sebaiknya ia lakukan dan akan senantiasa menghindari perilaku seks yang tidak benar
2)    Pendidikan kesehatan reproduksi
Kebanyakan orang khusunya remaja melakukan sex bebas asal dasar keingintahuan tentang sex tetapi mereka kebanyakan malah tidak tahu dampak yang akan terjadi ketika mereka melakukan sex bebas. Untuk itu perlu upaya khusus dari pihak-pihak terkait untuk memberikan gambaran tentang kesehatan reproduksi yang dapat mengancam seseorang.
3)     Membentengi diri dengan agama
Agama memberikan batasan-batasan bagi penganutnya untuk bergaul dan bersosialisasi dengan lawan jenis, dengan mempelajari dan mengamalkan ajaran agama sebaik-baiknya niscaya seseorang akan lebih terhindar dari perilaku yang menjurus pada sex bebas.
4)    Menjauhi hal yang berbau pornografi
Fenomena sex bebas yang terjadi tidak bisa dipungkiri disebabkan karena maraknya peredaran video ataupun gambar-gambar yang berbau pornografi. Media-media itu memicu dorongan hasrat yang ada pada diri individu.
5)    Memiliki aktivitas positif
Seseorang yang memiliki banyak kegiatan positif akan lebih selamat dari perilaku sex bebas dibandingkan seseorang yang tidak memiliknya.